Menu

Mode Gelap
Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam

Opini

Sport City: Dari Lapangan ke Pusat Kota, Olahraga Jadi Gaya Hidup Urban

badge-check


					Sport City: Dari Lapangan ke Pusat Kota, Olahraga Jadi Gaya Hidup Urban Perbesar

Konsep kota olahraga atau sport city kini menjadi tren global yang menawarkan solusi cerdas untuk tantangan perkotaan modern. Tidak hanya sekadar memiliki fasilitas olahraga yang megah, sport city adalah kota yang menjadikan olahraga sebagai jantung denyut kehidupan masyarakat, mulai dari identitas kota hingga kebijakan pembangunan. Konsep ini tidak hanya populer di negara maju, tetapi juga perlahan mulai diadopsi di banyak kota di Indonesia.

Menurut jurnal Journal of Physical Education and Sport Science (2019), sport city tidak hanya berfokus pada pembangunan stadion atau arena olahraga. Lebih dari itu, olahraga diintegrasikan ke dalam tata ruang, kebijakan publik, dan gaya hidup sehari-hari warga. Kota seperti ini mengubah olahraga dari sekadar aktivitas fisik menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat identitas kota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Apa kriteria utama sebuah kota bisa disebut sebagai sport city? Para ahli dan berbagai jurnal internasional merumuskan beberapa kriteria penting. Pertama, sport city harus memiliki fasilitas olahraga yang memadai dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan kelompok rentan. Kedua, kota ini rutin mengadakan event olahraga, baik untuk prestasi maupun rekreasi. Ketiga, ada sinergi antara pemerintah, swasta, komunitas, dan atlet dalam pengelolaan olahraga.

Keempat, olahraga di sport city harus mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, bahkan menumbuh kembangkan industri olahraga seperti melalui pariwisata dan UMKM. Kelima, pengelolaan fasilitas olahraga harus berkelanjutan, ramah lingkungan, dan selaras dengan budaya lokal. Keenam, sport city menyediakan layanan pendukung seperti kesehatan, keamanan, transportasi, dan akomodasi yang memadai untuk mendukung aktivitas olahraga.

Dengan berbagai  kriteria tersebut, sport city menjadi model kota modern yang menjawab tantangan urbanisasi, gaya hidup kurang gerak, dan kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang sehat. Kota-kota yang berhasil menerapkan konsep ini, seperti Dubai Sports City dan Singapore Sports Hub, telah membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi kekuatan utama dalam membangun identitas, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat. Khusus Singapore Sports Hubmeskipun bukan kota olahraga dalam artian seluruh kota Singapura berubah menjadi sport city. Akan tetapi, modelnya sangat relevan dan sering dijadikan inspirasi bagi pengembangan sport city di berbagai belahan dunia. Ini  adalah bagian penting dari sport city atau bahkan bisa disebut sebagai “sport city dalam skala kawasan”.

Bagaimana dengan Indonesia? Jika Indonesia serius membangun sport city di berbagai daerah, bukan tidak mungkin kita akan melihat wajah baru kota yang sehat, produktif, dan kompetitif di masa depan.

Tutut Bina S, Pranata Humas Ahli Madya pada Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Begini Tanggapan Chusnunia untuk Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

16 Agustus 2025 - 12:19 WIB

Chusnunia : Kompetisi Cukup di Pemilu Selebihnya Bersatu Bangun Lampung

5 Agustus 2025 - 10:06 WIB

Sport Tourism, Cara Baru Promosikan Citra Daerah dan Produk Lokal

28 Juli 2025 - 02:00 WIB

Polri untuk Masyarakat

27 Juli 2025 - 13:34 WIB

Indonesia dan Kuasa Energi

26 Juli 2025 - 17:01 WIB

Trending di Opini