Jakarta, literatus.id- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chsununia menyampaikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR,DPR dan DPD Jumat (15/8) lalu.
Chusnunia menilai pidato yang juga menyajikan Gambaran program-program yang dikerjakan Pemerintahan Prabowo Gibran memberikan sebuah optimisme. Terlebih menurutnya Presiden Prabowo menyampaikan dengan tegas bahwa lewat bersatu,bergotong-royong membangun demokrasi dan ejonomu sesuai dengan rancang bangun para pendiri bangs akita akan membuat Indonesia makin kuat dan sejahtera.
Meski demikian Chusnunia juga melihat secara khusus Program makan Bergizi Gratis yang diklaim telah disalurkan kepada 20 Juta penerima masih perlu ditingkatkan baik pengelolaanya mapun keterlibatan para pelaku UMKM.
“Saya memandang bahwa MBG sebagai sebuah program yang bagus pastinya kan lebih memberikan dampak ekonomi bila terjadi perluasan partisipasi para pelaku UMKM kita,”ujarnya.
Menurutnya dengan keterlibatan para pelaku UMKM maka dampak ekonomi dari program ini akan semakin meluas. Berdasarkan data Kementrian UMKM saat ini baru 6.435 UMKM yang terlibat dalam rantai pasok MBG.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran besar yang dialokasikan akan lebih berdampak bila membuka peluang bagi UMKM untuk memasok bahan baku, mengolah makanan, dan terlibat dalam rantai pasok program. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM dan perekonomian nasional,”ungkapnya.
Menurutnya 85% anggaran MBG dialokasikan untuk pengadaan bahan baku dapur, mulai dari sayuran, hasil peternakan, perikanan, hingga perkebunan.
“Ini adalah peluang besar bagi 29 juta UMKM sektor pangan, khususnya yang berada di pedesaan, untuk tumbuh dan berkembang,tentunya kita harus bergotong-royong memastikan hal tersebut,”tambah politisi PKB tersebut
Lebih lanjut Chusnunia menyebut bahwa perluasan keterlibatan para pelaku UMKM ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan program MBG menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi khususnya di pedesaan.
“Kita harus mengawal bersama agar manfaat ekonomi dari Program MBG dapat dirasakan secara lebih luas baik oleh pemasok bahan baku seperti petani, nelayan, peternak, pedagang pasar, penyedia jasa katering di tiap-tiap daerah, hingga pengolah limbah makanan yang memanfaatkan potensi ekonomi dari sisa bahan makanan menjadi produk pupuk pertanian,hingga produk bernilai ekonomi lainnya,”pungkasnya.










