Menu

Mode Gelap
Viking Metro Gelar Nobar Perdana Piala Presiden Gotong-Royong Nobar Piala Dunia di Cagar Budaya OOI Metro Bersama Komunitas Gelar Nobar di Cagar Budaya Chusnunia Minta Kementerian UMKM Perkuat Akses Pelaku UMKM Ke Perbankan Chusnunia : Tumbuhkan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan Chusnunia Usulkan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan

Berita

Chusnunia Minta Kementerian UMKM Perkuat Akses Pelaku UMKM Ke Perbankan

badge-check


					Chusnunia Minta Kementerian UMKM Perkuat Akses Pelaku UMKM Ke Perbankan Perbesar

Jakarta,literatus.id- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong Kementrian UMKM untuk memperkuat pelatihan UMKM agar bisa naik kelas dan mendapat kepercayaan dari Perbankan. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Kementrian UMKM, Senin (13/7/2026).

Saat ini  baru sekitar 30% pelaku UMKM di Indonesia yang memiliki akses ke kredit perbankan. Penyaluran kredit perbankan untuk UMKM tercatat senilai Rp1.485 triliun, yang didorong oleh relaksasi aturan SLIK oleh OJK yang mengecualikan pencatatan pinjaman di bawah Rp1 juta untuk memperluas akses pembiayaan. 

Chusnunia menjelaskan pihaknya mendapat banyak asoirasi dari para pelaku UMKM memiliki usaha yang berjalan baik, namun ditolak memperoleh  kredit bank karena tidak memiliki agunan, laporan keuangan tidak tersedia, administrasi usaha belum tertib, belum memiliki legalitas usaha lengkap, riwayat  kredit belum terbentuk, dan masih banyak lagi.  Akibatnya pada pelaku UMKM beralih ke pinjaman informal, rentenir hingga pinjaman online berbunga tinggi.

“Saya mengusulkan agar Kementrian UMKM lebih banyak membuat pelatihan agar para pelaku UMKM bisa provide keuangannya sehingga mendapat kepercayaan perbankan dan  program ini harus nampak di anggaran tahun 2027,”tegasnya.

Ia juga menyoroti Data OJK yang menunjukkan bahwa hingga tahun 2024–2025, lebih dari separuh  kredit UMKM nasional masih tersalurkan di Pulau Jawa.Hal yang sama juga ditunjukan data statsitik Perbankan Indonesia (Juni 2025) yang menunjukkan perbedaan yang mencolok terkait nilai kredit yang masih didominasi oleh para pelaku UMKM di Jawa.

Menyikapi hal tersebut Chusnunia meminta Kementrian UMKM membentuk Task Force yang membantu menilai apakah sebuah UMKM layak atau tidak layak mendapatkan dukungan Perbankan.

“Sekarang masalah layak dan tidak layak ditentukan masih ditentukan oleh Perbankan, mestinya Kementrian UMKM dapat menjadi orang tua yang membantu para pelaku UMKM,”pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

OOI Metro Bersama Komunitas Gelar Nobar di Cagar Budaya

15 Juli 2026 - 03:39 WIB

Chusnunia : Tumbuhkan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan

9 Juli 2026 - 15:24 WIB

Chusnunia Usulkan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan

2 Juli 2026 - 13:58 WIB

Chusnunia Pertanyakan Urgensi  Pembentukan BKIN dalam Pembahasan RUU Kawasan Industri

29 Juni 2026 - 16:27 WIB

Gelar PIP di Bulan Pancasila,Andy Roby Gelorakan Semangat Gotong-Royong 

28 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trending di Berita