Pertandingan FIFA Matchday antara Indonesia vs Oman benar-benar menorehkan sejarah baru. Pertama, Setelah 38 tahun lalu akhirnya Indonesia berhasil mengalahkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0. Kedua, untuk pertama kalinya setelah tiga tahun program nonton bareng gratis di cagar budaya berubah menjadi program nobar berbayar.
Era baru nobar berbayar ini memulai debutnya dengan 170an penonton yang tercatat membeli tiket. Memang jauh dari rata-rata penonton yang mencapai 300 orang bila nobar digelar secara gratis.Meski demikian era baru ini menandai kemajuan kesadaran para suporter Timnas tentang makna sebuah pengorbanan. Dari segi kuantitas penonton memang terdapat penurunan tapi dari segi kualitas terjadi peningkatan kesadaran.
Keputusan untuk mengubah program nobar gratis yang telah digelar selama tiga tahun menjadi nobar berbayar tentu bukanlah hal yang mudah. Lebih dari 50 partai Timnas selama tiga tahun terakhir digelar secara gratis. Program ini sendiri awalnya memimpikan hadirnya cagar budaya sebagai ruang terbuka yang ramah pada semua warganya.Suka tidak suka, nobar gratis menjadi favorit warga untuk mendukug timnas.
Meski demikian tentu harus diakui bahwa hal-hal gratis seringkali berhadapan dengan persoalan keberlanjutan. Kehadiran sponsor tunggal belum cukup untuk mengcover beragam aktifitas produksi mulai dari MC, listrik, kebersihan hingga retribusi terhadap pemerintah daerah.Di sisi lain pihak sponsor juga tentu berharap produknya bisa terserap dan hal tersebut adalah hal yang wajar.
Bulan Mei lalu saat cagar budaya Rumah Asisten Wedana menjadi saksi peristiwa sejarah Persib Bandung menjadi juara untuk ketiga kalinya berturut-turut. Momen tersebut memberikan pengalaman penting dimana tercatat 800 orang datang dan membayar tiket nobar yang dikordinir oleh kelompok suporter klub tersebut. Ekosistem nobar terbentuk mulai dari menghadirkan hiburan, kualitas serta pengaturan kebersihan,parkir dll.
Lewat program Nobar berbayar, kini nobar di cagar budaya mulai digarap secara lebih serius. Mulai dari kualitas tayangan, sound system, MC hingga menghadirkan program bundling tiket dengan minuman energi, hiburan dan juga door prize undian. Talenta lokal Rembo Kaloko hadir menghibur penonton yang telah mengeluarkan sejumlah uang untuk bisa menikmati atmosfer nonton bersama.
Dua partai FIFA Matchday yang digelar dibulan Juni ini juga sekaligus memeriahkan Bulan Pancasila atau Bulan Bung Karno dan Hari Jadi Kota Metro yang jatuh pada 9 Juni mendatang.Ditengah nilai tukar rupiah yang terus melemah tak menyurutkan antuasisme dan partisipasi warga untuk bergotong-royong. Dua momentum ini menyatukan beragam kelompok untuk bersama-sama bekerja menghidupkan kembali cagar budaya yang pernah berjaya di masa sebelumnya.
Lewat program nobar di cagar budaya ini juga ekosistem pelaku UMKM, talent-talent lokal, kelompok suporter, pegiat cagar budaya semakin terbentuk. Di sisi lain kehadiran cagar budaya di pusat kota semakin memberikan manfaat bagi warganya, tidak hanya sebagai ruang publik tapi juga ruang ekonomi warganya.
Akhirnya,Mari Budayakan Nobar di Cagar Budaya, jangan pernah lelah Mencintai Timnas, Kota dan Cagar Budaya Kita.Sampai Jumpa di Nobar Tanggal 9 Juni mendatang tepat di hari jadi kota kita.











