Menu

Mode Gelap
Viking Metro Gelar Nobar Perdana Piala Presiden Gotong-Royong Nobar Piala Dunia di Cagar Budaya OOI Metro Bersama Komunitas Gelar Nobar di Cagar Budaya Chusnunia Minta Kementerian UMKM Perkuat Akses Pelaku UMKM Ke Perbankan Chusnunia : Tumbuhkan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan Chusnunia Usulkan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan

Berita

Chusnunia : Perkuat UMKM dan Pembukaan Lapangan Kerja Menghadapi Kelesuan Pasar Kerja

badge-check


					Chusnunia : Perkuat UMKM dan Pembukaan Lapangan Kerja Menghadapi Kelesuan Pasar Kerja Perbesar

Jakarta Literatus.id- Laporan studi Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebut tingkat pegangguran global di tahun 2026 diperkirakan stagnan dan kaum muda di sejumlah negara berjuang mencari pekerjaan layak.

Mencermati hal tersebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai tekanan terhadap pasar tenaga kerja Indonesia telah berubah menjadi persoalan struktural yang semakin mengkhawatirkan.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan semakin sulitnya pencari kerja baru memperoleh pekerjaan formal, terutama bagi generasi muda

“Belum lagi dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan ketidakpastian kebijakan perdagangan berisiko semakin merusak pasar kerja,”tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesulitan mencari pekerjaan kini tidak hanya dialami pekerja yang terkena PHK, tetapi juga lulusan baru yang baru memasuki pasar kerja.

“Kita bisa lihat dari perubahan struktur ketenagakerjaan nasional, di mana proporsi pekerja informal meningkat tajam hingga sekitar 60%, sementara pekerja formal menyusut menjadi sekitar 40%.,”jelasnya (20/1/2026)

Kondisi tersebut menurutnya menunjukan peningkatan sektor informal tersebut menunjukkan terbatasnya peluang kerja formal di dalam negeri.Dirinya juga merujuk laporan World Economic Forum (WEF) yang menempatkan ketiadaan peluang ekonomi atau pengangguran sebagai risiko terbesar ekonomi Indonesia dalam dua tahun ke depan atau periode 2026-2028.

Poitisi yang akrab disapa Nunik tersebut juga meningatkan analisas sejumlah ekonom yang menyatakan bahwa Indonesia mulai mengalami deindustrialisasi dimana kondisi industri manufaktur atau pengolahan hasilnya tidak mencapai 20 persen terhadap PDB.

Atas situasi tersebut Chusnunia meminta pemerintah untuk memperkuat program Paket Ekonomi pada 2026 sebagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, serta memperluas penciptaan lapangan kerja.

“Kita harus melakukan penguatan sektor UMKM guna menyerap lapangan kerja dan pengembangan platform ekonomi digital harus segera dilakukan sebagai sumber baru penciptaan peluang kerja di wilayah perkotaan,selain itu percepatan pelaksanaan hilirisasi juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja layak bagi angkatan kerja berpendidikan.”ungkapnya.

Sebelumnya guna mengatasi persoalan lesunya pasar kerja dan tinginya pengangguran pemerintah juga telah melakukan Program Magang Nasional dalam rangka percepatan penciptaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

OOI Metro Bersama Komunitas Gelar Nobar di Cagar Budaya

15 Juli 2026 - 03:39 WIB

Chusnunia Minta Kementerian UMKM Perkuat Akses Pelaku UMKM Ke Perbankan

13 Juli 2026 - 16:29 WIB

Chusnunia : Tumbuhkan Desa Wisata Mandiri untuk Pariwisata Berkelanjutan

9 Juli 2026 - 15:24 WIB

Chusnunia Usulkan KEK Pariwisata untuk Pesawaran dan Lampung Selatan

2 Juli 2026 - 13:58 WIB

Chusnunia Pertanyakan Urgensi  Pembentukan BKIN dalam Pembahasan RUU Kawasan Industri

29 Juni 2026 - 16:27 WIB

Trending di Berita