Menu

Mode Gelap
Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam Jelang Nobar Big Match, Viking Metro Koordinasi dengan Kepolisian Chusnunia : Evaluasi Kebijakan Bebas Visa dan Perkuat Kemudahan Akses Bagi Wisman Viking Metro Gelar Nobar Joss Big Match Persija vs Persib di Cagar Budaya

Berita

Chusnunia : Evaluasi Kebijakan Bebas Visa dan Perkuat Kemudahan Akses Bagi Wisman

badge-check


					Chusnunia : Evaluasi Kebijakan Bebas Visa dan Perkuat Kemudahan Akses Bagi Wisman Perbesar

Jakarta,literatus.id-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai bahwa kebijakan bebas visa harus dievaluasi dan lebih selektif agar berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sebelumnya Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut bahwa kebijakan bebas visa bukan faktor utama yang menentukan banyaknya turis mancanegara datang ke Tanah Air. Hendarsam memaparkan bahwa  saat Indonesia menerapkan bebas visa untuk 169 negara pada 2019, jumlah kunjungan tercatat 12,4 juta. Sementara pada 2025, ketika kebijakan diperketat menjadi hanya 17 negara bebas visa, jumlah kunjungan justru naik menjadi 14,3 juta.⁠

Merespons hal tersebut Chusununia mengatakan bahwa bukan kebijakan bebas visanya yang salah tapi bagaimana kedepan  lebih selektif dalam pemberian kebijakan bebas visa.

“Apa yang dijelaskan Pa Dirjen tidak salah karena berbasis data meski demikian point utamanya bukan pada menghapus kebijakan bebas visanya tapi lebih selektif pada negara-negara mana yang menjadi asal wisatawan yang terkait dengan kebijakan bebas visa,”ujarnya, Jum’at (8/5/2026)

Ia juga menambahkan dari data kunjungan wisatawan mancanegara tersebut kita bisa menseleksi mana wisatawan yang datang terkait dengan kebijakan bebas visa.

Meski demikian  politisi yang akrab disapa Nunik  tersebut sependapat bahwasanya  selain persoalan bebas visa  wisatawan asing lebih mempertimbangkan kemudahan layanan, digitalisasi, dan treatment selama berada di Indonesia dibanding kebijakan bebas visa.

“Kita harus terus mendorong pergeseran strategi pariwisata dari sekadar mengejar jumlah kunjungan (mass tourism) menjadi fokus pada kualitas, pengalaman, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi yang lebih besar,”tambahnya.

Menurutnya paradigma ini menekankan pada keamanan, kenyamanan, serta kepuasan wisatawan. Terlebih Pemerintah sendiri telah mencanangkan fondasi besar terhadap pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan merujuk pada Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Quality tourism ini bukan hanya tentang jumlah kunjungan, tetapi bagaimana daya saing destinasi yang kita miliki dapat memberikan pengalaman yang unik, bernilai tinggi, berkelanjutan bdan yang juga tidak kalah penting adalah berdampak pada perekonomian masyarakat,”pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana

10 Mei 2026 - 18:40 WIB

Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur

10 Mei 2026 - 18:20 WIB

Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam

10 Mei 2026 - 10:57 WIB

Jelang Nobar Big Match, Viking Metro Koordinasi dengan Kepolisian

8 Mei 2026 - 15:21 WIB

Viking Metro Gelar Nobar Joss Big Match Persija vs Persib di Cagar Budaya

6 Mei 2026 - 09:19 WIB

Trending di Berita