Menu

Mode Gelap
Era Baru Nobar di Cagar Budaya Chusnunia : Sinergi Perkuat Ekosistem Perfilman Sebagai Instrumen Diplomasi dan Promosi Budaya dan Pariwisata Chusnunia : Berkah dan Tantangan Sektor Pariwisata ditengah Pelemahan Rupiah Ancilla : Lewat Gotong-Royong, Meriakan Bulan Bung Karno dan HUT Kota Metro Gelar PIP di Yosomulyo, Andy Roby Dukung Kegiatan Wayangan Chusnunia : Jadikan Piala Dunia Sebagai Momentum Kebangkitan UMKM

Berita

Chusnunia : Berkah dan Tantangan Sektor Pariwisata ditengah Pelemahan Rupiah

badge-check


					Chusnunia : Berkah dan Tantangan Sektor Pariwisata ditengah Pelemahan Rupiah Perbesar

Metro, literatus.id- Sektor pariwisata Indonesia ditenggarai menguat ditengah melesunya nilai tukar Rupiah yang ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang datang ke tanah air untuk liburan. Sejumlah data mengungkapkan wisatawan dari negara-negara tetangga dan kawasan Asia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. 

Merespons hal tersebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mengatakan bahwa melemahnya kurs Rupiah membuat biaya liburan di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara (wisman), terutama bagi mereka yang membawa mata uang dolar atau mata uang kuat lainnya.

“Kita berharap trend tersebut akan terus berlanjut dimana peningkatan jumlah wisatawan, sektor pariwisata juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan devisa negara,”ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Meningkatnya jumlah wisatawan asing ini menurutnya tidak hanya menguntungkan hotel dan maskapai penerbangan. Menurutnya pelemahan rupiah dapat mendorong wisatawan menghabiskan waktu lebih lama selama berada di Indonesia yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan belanja wisatawan dan mendongkrak devisa sektor pariwisata.

“Sektor lain seperti restoran, transportasi lokal, pusat oleh-oleh, pelaku ekonomi kreatif, hingga UMKM juga ikut menikmati peningkatan aktivitas ekonomi. Ketika wisatawan asing memiliki daya beli lebih besar akibat kurs yang menguntungkan, pengeluaran mereka untuk akomodasi, kuliner, hiburan, hingga produk lokal cenderung meningkat,”jelasnya.

Politisi yang akrab disapa Nunik menambahkan bahwa situasi ini tentu menguntungkan bagi daerah-daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Meski demikian Nunik juga mengakui pelemahan rupiah tidak sepenuhnya membawa dampak positif. 

“Sejumlah pelaku usaha yang masih bergantung pada barang impor, seperti makanan premium, minuman impor, hingga perlengkapan hotel tertentu, tetap menghadapi kenaikan biaya operasional,”ungkapnya.

Nunik juga tetap berharap menguatnya kembali Rupiah agar perekonomian Indonesia secara umum bisa membaik kembali dan pariwisata Indonesia tumbuh kembali secara berkelanjutan.

“Dalam situasi sekarang seluruh pelaku industri pariwisata harus tetap optimistis melihat peluang yang muncul di tengah berbagai tantangan global, Kita harus bergandeng tangan bersama untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata nasional,’pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Era Baru Nobar di Cagar Budaya

6 Juni 2026 - 03:06 WIB

Chusnunia : Sinergi Perkuat Ekosistem Perfilman Sebagai Instrumen Diplomasi dan Promosi Budaya dan Pariwisata

5 Juni 2026 - 11:39 WIB

Ancilla : Lewat Gotong-Royong, Meriakan Bulan Bung Karno dan HUT Kota Metro

1 Juni 2026 - 12:00 WIB

Gelar PIP di Yosomulyo, Andy Roby Dukung Kegiatan Wayangan

31 Mei 2026 - 12:12 WIB

Chusnunia : Jadikan Piala Dunia Sebagai Momentum Kebangkitan UMKM

29 Mei 2026 - 13:33 WIB

Trending di Berita