Lampung, Literatus.id- Anggota DPR RI Komisi VII, Chusnunia, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Negeri Jemanten, Kabupaten Lampung Timur, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat desa, khususnya kaum perempuan, pelaku UMKM, kader PKK, serta tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme sebagai bagian dari upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Chusnunia menekankan bahwa penguatan 4 Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam praktik nyata, salah satunya melalui pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu memperkuat ketahanan bangsa dari tingkat desa.
“Perempuan yang tangguh secara nilai dan ekonomi akan melahirkan keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat inilah pondasi bangsa dibangun,” tegas Chusnunia di hadapan peserta sosialisasi.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa kemandirian ekonomi perempuan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila, khususnya sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Ketika ekonomi perempuan tumbuh, maka ekonomi desa ikut bergerak. dan jika desa-desa kuat, Indonesia akan semakin kokoh,” ujar Chusnunia.
Chusnunia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, khususnya perempuan dan pelaku usaha kecil di daerah. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai 4 Pilar sebagai landasan dalam membangun usaha yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. peserta menyampaikan berbagai aspirasi terkait pengembangan usaha rumahan, akses permodalan, hingga pendampingan UMKM berbasis desa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Negeri Jemanten semakin memahami pentingnya nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mengimplementasikannya dalam penguatan peran perempuan dan pertumbuhan ekonomi lokal. egiatan ini juga sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran wakil rakyat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berdaya, mandiri, dan berkarakter kebangsaan.










