Menu

Mode Gelap
Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam

Berita

Transformasi Industri Batik Menuju Pasar Generasi Muda dan Berkelanjutan

badge-check


					Transformasi Industri Batik Menuju Pasar Generasi Muda dan Berkelanjutan Perbesar

Jakarta, Literatus.id- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan industri batik nasional agar semakin adaptif terhadap dinamika pasar, khususnya dalam menghadapi pergeseran tren dan selera generasi muda.Hal tersebut disampaikan  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta Rabu (30/7).

Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI), sebagai bagian dari langkah untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya ingin GBN dapat menjadi gerakan besar, suatu pengingat bagi kita untuk mencintai, menggunakan dan melestarikan batik sebagai identitas bangsa. Kita perlu bersama-sama menumbuhkan dan menjaga kebanggaan masyarakat terhadap batik yang tidak hanya sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masa kini. Ini tidak kuno, ini berkelas, dan bisa menjadi industri yang jangka panjang,” kata  Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus menyebut industri batik perlu melakukan inovasi produk, meningkatkan daya saing produk, efisiensi produksi, sampai edukasi mengenai batik kepada target konsumen, demi menghadapi pergeseran selera pasar, terutama untuk membidik pasar generasi muda (Generasi Z). Hal ini diperlukan mengingat Generasi Z yang memiliki karakter berjiwa aktif, mengedepankan orisinalitas atau keunikan dari makna suatu produk, sertq peka terhadap isu sosial dan lingkungan.

Dalam konteks tersebut, Menperin menegaskan pelestarian batik harus disertai kontribusi nyata masyarakat melalui konsumsi produk dalam negeri. “Bangga saja tidak cukup. Kita semua harus belanja produk batik. Karena dengan belanja, kita melestarikan ekosistem budaya nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi para pengrajin batik di berbagai daerah,” tegasnya.

Menurutnya saat ini industri batik tersebar di 11 provinsi dengan hampir 6.000 unit usaha dan sekitar 200 sentra IKM. Namun, tantangan regenerasi dan peralihan profesi membuat jumlah perajin menurun signifikan sejak pandemi. Oleh karena itu, Kemenperin mendorong inovasi dalam desain, teknologi, serta strategi pemasaran untuk menjangkau pasar baru seperti Generasi Z.

Data Direktori Sentra BPS tahun 2020 menunjukkan nilai ekspor batik masih di bawah USD 8 juta, namun meningkat 76% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pasar domestik memperlihatkan pertumbuhan signifikan dengan batik yang kini semakin dipakai sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.

“Tren di kalangan generasi muda Indonesia saat ini menunjukkan bahwa batik semakin sering dikenakan dalam keseharian, tidak terbatas pada acara formal. Ini merupakan peluang emas yang perlu dimanfaatkan melalui inovasi desain dan strategi pemasaran yang tepat,” ungkapnya.

Tahun ini, Kemenperin dan YBI menetapkan Batik Merawit asal Cirebon sebagai ikon Gelar Batik Nasional-Hari Batik Nasional 2025. Pameran Gelar Batik Nusantara diselenggarakan pada 30 Juli-3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M Jakarta, dengan berbagai rangkaian program kegiatan di dalamnya. Selain pameran dari sejumlah IKM, akan ada fashion show, talkshow, dan workshop sepanjang acara berlangsung. Adapun talkshow tersebut di antaranya mengangkat topik “Mengenal Batik Sawit Ramah Lingkungan”, “Urban Batik, Ketika Warisan Menjadi Gaya”, “Memeluk Warisan, Menyapa Masa Kini”, serta talkshow “Menggambar dan Menulis sebagai Upaya Preservasi Industri dan Budaya Batik”.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan

24 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN

20 Mei 2026 - 13:49 WIB

Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana

19 Mei 2026 - 10:46 WIB

Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana

10 Mei 2026 - 18:40 WIB

Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur

10 Mei 2026 - 18:20 WIB

Trending di Berita