Jakarta, literaus.id- Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkolaborasi bersama pelukis asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl untuk mengabadikan Monas di di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/7/2025).Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menyebut kegiatan ini sebagai simbol kerja sama kreatif lintas negara yang mempertemukan seniman internasional dan lokal. Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap subsektor seni rupa, khususnya seni lukis, sebagai bagian dari penguatan ekosistem kreatif nasional.
“Inisiatif ini mencerminkan kolaborasi hexahelix antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan komunitas dalam membangun sektor seni rupa yang berdaya saing. Kegiatan ini bukan hanya memperlihatkan kekuatan seni sebagai media ekspresi, tetapi juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pelukis mancanegara dan pelaku seni lokal,” ungkapnya.
Menurutnya Kementerian Ekonomi Kreatif melihat subsektor seni rupa memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan identitas budaya, dan peningkatan nilai tambah produk kreatif. Seni lukis bukan hanya ekspresi estetika, tetapi juga instrumen ekonomi yang dapat mengangkat citra Indonesia di mata dunia.
Christopher memulai proses melukis Monumen Nasional (Monas) secara langsung di lokasi. Ia didampingi oleh delapan pelukis dari komunitas seni SBY Art Community, termasuk empat seniman muda dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Lukisan ini menjadi bagian dari proyek seni yang akan membawa Christopher menjelajahi berbagai daerah di Indonesia untuk menangkap kekayaan budaya melalui media lukis. Di setiap daerah yang dikunjungi, Christopher akan bekerja bersama pelukis Indonesia, membuka ruang edukasi kreatif dan memperluas jejaring seniman antardaerah.
Melalui program-program strategis dan kerja sama lintas sektor seperti ini, seni rupa diharapkan mampu menjadi salah satu motor utama dalam mendorong transformasi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.










