Solo, Literatus.id-Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Yohan, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai aktor, bukan hanya penerima manfaat pembangunan karena pemuda memiliki posisi strategis dalam mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan budaya. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Town Hall Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin (28/7).
Yohan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menempatkan program kepemudaan sebagai salah satu program prioritas nasional. Dan isu kepemudaan wajib dikerjakan bersama baik pusat maupun daerah, Kementerian maupun Lembaga.
Ia juga menyoroti fenomena NEET (Not in Employment, Education or Training) yang mencapai 23,67persen. Ia menilai perlu ada perubahan mindset di kalangan pemuda dari hanya pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Lewat Town Hall IPP ini Yohan mengharapkan terjadi proses dialog yang sehat, terbuka, dan produktif untuk menghasilkan rekomendasi dan komitmen bersama untuk memajukan pembangunan kepemudaan di daerah.
“Saya berharap melalui kegiatan Townhall IPP dapat memberikan aspirasi dan pengalaman langsung kepada pemuda di daerah sekaligus bentuk komitmen dan kolektif dari Kemenpora bagi pemerintah dan pemuda daerah.” Ujarnya penuh semangat
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kemenpora dimana menjadikan Solo sebagai kota pertama penyelenggaraan Town Hall IPP.
“Kegiatan ini bisa mendorong rasa ingin tahu dan kesadaran pemuda Solo tentang IPP. Saya yakin pemuda kita mampu bersaing dan layak diperhitungkan seperti di kota besar lainnya,” ujarnya.
Acara yang mengusung tema Pemuda Bicara, Daerah Berdaya, kegiatan ini menjadi ruang partisipatif bagi pemuda untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, dan memberikan masukan terhadap pembangunan kepemudaan di daerah. Asisten Deputi Sistem dan Strategi Pelayanan Kepemudaan, Amar Ahmad menyebut bahwa kegiatan Town Hall IPP dimulai dari kota Surakarta dan akan dilanjutkan ke beberapa daerah di Indonesia.
“Kami berharap Surakarta bisa menjadi kota pilot project untuk program Town Hall IPP. Ini adalah ruang dialog yang menghadirkan suara pemuda agar pembangunan IPP lebih tepat sasaran,” ujar Amar
Sementara itu Sekar Krisnauli Tanjung, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti Town Hall IPP bisa menjadi wadah menjaring aspirasi dan mempertemukan pemuda dengan pembuat kebijakan.
“Ini bukan hanya tentang diskusi. Tapi juga tentang bagaimana pemerintah bisa menyerap masukan dan memastikan anggaran kepemudaan digunakan untuk program-program yang tepat guna,” tegas Sekar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka memajukan pemuda Indonesia.
Town Hall IPP sendiri menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Wildanshah, Tenaga Ahli Menteri Bidang Lintas Sektor Kepemudaan, Kemenpora, Amar Ahmad, Asisten Deputi Bidang Sistem dan Strategi Pelayanan Kepemudaan, Kemenpora serta Miftah Farid Widhagdha, dari Akademisi.










