Menu

Mode Gelap
Chusnunia Pertanyakan Urgensi  Pembentukan BKIN dalam Pembahasan RUU Kawasan Industri Gelar PIP di Bulan Pancasila,Andy Roby Gelorakan Semangat Gotong-Royong  Perkuat Budaya Literasi , Ancila Hernani Bersamai Kegiatan Komunitas Mendongeng Polemik Bebas Visa, Komisi VII DPR Dorong Kemenpar dan Dirjen Imigrasi Cari Jalan Tengah Chusnunia Minta BPOM Perkuat Pengawasan AMDK Chusnunia : Libur Sekolah Momentum Gairahkan Pariwisata dan UMKM

Berita

Komisi VII Minta Pemerintah Berikan Langkah Kongkrit  Atasi Kenaikan Harga Plastik

badge-check


					Komisi VII Minta Pemerintah Berikan Langkah Kongkrit  Atasi Kenaikan Harga Plastik Perbesar

Metro,literatus.id- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta pemerintah mengambil langkah cepat  dan kongkrit guna mengatasi  kenaikan harga bahan baku plastik yang telah berdampak nyata kepada industri dan masyarakat.

Kami mendapatkan aspirasi baik dari kalangan pengusaha, para pelaku UMKM dan  masyarakat terkait dampak kenaikan harga plastik akibat krisis di Timur Tengah.

Mereka mengeluhkan kenaikan harga bahan baku plastik saat ini sangat berdampak signifikan khususnya terhadap industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) karena hampir seluruh kemasan AMDK menggunakan plastik, terutama polyethylene terephthalate (PET) resin untuk botol, high-density polyethylene (HDPE) untuk galon, serta polypropylene (PP) untuk tutup dan label.

Selain itu para pengusaha juga mengkhawatirkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK)  oleh perusahaan sebagai respons dari tekanan biaya yang timbul akibat kenaikan harga bahan baku plastik.

Kenaikan harga plastik juga menurut Chusnunia berdampak kepada para pelaku UMKM  karena meningkatkan biaya produksi dan akibatnya harus menekan margin keuntungan. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga plastik pembungkus tercatat melonjak hingga 85 persen, dari sebelumnya sekitar Rp27 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. 

“Para pelaku usaha akhirnya tak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual produk meski berisiko terhadap omzet karena mempengaruhi daya beli konsumen, para pelaku UMKM khususnya sektor kuliner contohnya cenderung membebankan kenaikan biaya plastik kepada konsumen melalui peningkatan harga produk,”jelasnya.

Ia menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat guna mencari sumber alternatif serta mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan sebagai alternatif sekaligus untuk mengurangi ketergantungan tersebut. 

Menurutnya konsisi saat ini menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk mendorong transformasi penggunaan bahan baku alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis sumber daya domestik. 

“Kita bersama-sama menghimbau dan mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan praktik daur ulang sebagai bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor,”tambahnya.

Disamping itu Pihaknya juga meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan Pigovian Tax untuk mengendalikan penggunaan plastik sekaligus mendorong perubahan perilaku konsumen. “ Kebijakan tersebut hendaknya diimbangi dengan pemberian insentif bagi kemasan ramah lingkungan agar perlahan mampu menggantikan plastik,”pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chusnunia Pertanyakan Urgensi  Pembentukan BKIN dalam Pembahasan RUU Kawasan Industri

29 Juni 2026 - 16:27 WIB

Gelar PIP di Bulan Pancasila,Andy Roby Gelorakan Semangat Gotong-Royong 

28 Juni 2026 - 12:51 WIB

Perkuat Budaya Literasi , Ancila Hernani Bersamai Kegiatan Komunitas Mendongeng

27 Juni 2026 - 21:46 WIB

Polemik Bebas Visa, Komisi VII DPR Dorong Kemenpar dan Dirjen Imigrasi Cari Jalan Tengah

26 Juni 2026 - 18:11 WIB

Chusnunia Minta BPOM Perkuat Pengawasan AMDK

22 Juni 2026 - 20:43 WIB

Trending di Berita