Menu

Mode Gelap
Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam

Berita

Chusnunia : Industri Mobil Listrik China Tetap Harus Penuhi TKDN

badge-check


					Chusnunia : Industri Mobil Listrik China Tetap Harus Penuhi TKDN Perbesar

Metro,literatus.id– Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai maraknya mobil listrik Cina di Indonesia juga harus memenuhi kepentingan nasional Indonesia yakni terkait pemenuhan Tingkat Komopnen Dalam Negeri (TKDN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 29 Tahun 2017.

Ia menilai realitas yang ada hari ini dimana pertumbuhan industri mobil China di Indonesia menghadapi tantangan pemenuhan TKDN sesuai targetJumlah kendaraan listrik (EV) berbasis baterai di Indonesia per pertengahan 2025 telah menembus angka lebih dari 274.000 unit yang mayoritas didominasi sepeda motor. Pertumbuhan ini merupakan sinyal positif percepatan transisi energi, dengan penjualan mobil listrik sendiri mencapai 82.525 unit hingga November 2025 .

Aturan tentang TKDN mobil listrik tertuang di Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 55 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. TKDN mobil listrik produksi lokal dalam perpres tersebut, wajib mencapai 40% pada 2022-2026. Lalu naik menjadi 60% pada 2027-2029 dan 80% mulai 2030.

“Meskipun laris, produk China sering menggunakan komponen impor yang lebih murah hal ini memicu diskusi mengenai pelonggaran aturan demi investasi versus urgensi lokalisasi industri.”ungkapnya(15/4/2026).

Lebih lanjut Chusnunia juga mengatakan bahwa fleksibilitas kebijakan mengenai TKDN menjadi pedang bermata dua yakni dapat menarik investasi namun berisiko memperlambat industri komponen lokal.

“Kita harus mengawasi bersama dan mendorong pemerintah menagih janji produsen EV China untuk memenuhi syarat 40% TKDN guna mendapatkan insentif,”tambahnya.

Politisi yang akrab disapa Nunik ini juga menegaskan bahwa hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kebiajkan jangka panjang industri tetap menekankan pada lokalisasi TKDN untuk membangun ketahanan industri otomotif nasional.

“Bagaimanapun kendaraan listrik (EV) adalah masa depan industri nasional yang difokuskan untuk kemandirian energi, mengurangi populasi dan memperkuat daya saing ekonmi melalui ekosistem yang terintegrasi bergantung pada kolaborasi pemerintah dan swasta untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dari hulu ke hilir,”pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan

24 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN

20 Mei 2026 - 13:49 WIB

Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana

19 Mei 2026 - 10:46 WIB

Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana

10 Mei 2026 - 18:40 WIB

Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur

10 Mei 2026 - 18:20 WIB

Trending di Berita