Menu

Mode Gelap
Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur Sosialisasikan Pancasila, Andy Roby Dukung Gotong-Royong Pemuda Hidupkan Tarkam

Berita

Chusnunia : Atasi Pengangguran dengan Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif

badge-check


					Chusnunia : Atasi Pengangguran dengan Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif Perbesar

Jakarta, literatus.id-nGelombang Pengangguran dan lesunya pasar kerja di awal tahun 2026 menjadi perhatian berbagai kalangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 7,46 juta orang tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus sebesar 4,85 persen

Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia mengatakan salah satu faktor terjadinya kondisi tersebut adalah pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih lambat daripada pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal sektor manufaktur tersebut menurutnya dapat menciptakan jumlah pekerja formal lebih banyak dibandingkan sektor lainnya, dengan total tenaga kerja formal sekitar 60% di sektor manufaktur.

Dirinya juga merujuk rilis akhir tahun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) beberapa waktu lalu yang menyoroti banyaknya generasi muda yang menganggur atau tidak bekerja ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.

“Karenanya program pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual (KI) pada tahun 2026 di sektor ekonomi kreatif agar dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha.”ungkapnya.

Terlebih menurutnya KURnya bisa sampai 500 juta rupiah yang diharapkan dapat mendorong mereka ke pasar nasional untuk terus didorong ke pasar global

Selain pengembangan sector ekonomi kreatif politisi yang akrab disapa Nunik tersebut menyatakan perlunya penguatan kebijakan agar sektor UMKM yang masih terbukti sangat efektif mengatasi pengangguran di Indonesia karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar (lebih dari 60%), memberdayakan masyarakat lokal, mendorong kewirausahaan, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru

“Realitasnya hari ini menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi penampung tenaga kerja informal terbesar, namun dengan produktivitas yang rendah dan daya saing yang terbatas,”tambahnya.

Meski demikian Nunik mengingatkan bahwa membangun kewirausahaan di Indonesia tidak bisa sekadar mengandalkan slogan melainkan perlu intervensi nyata melalui pendidikan vokasi, inkubasi bisnis, akses pembiayaan yang inklusif, serta kebijakan yang mendorong UMKM agar mampu masuk dalam rantai pasok formal.

“Lewat intervensi kebijakan yang tepat kita berharap UMKM dapat benar-benar menjadi penggerak utama ekonomi, bukan sekadar penopang sementara di tengah keterbatasan lapangan kerja,”pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chusnunia : Libatkan Warga Lokal untuk Pariwisata yang Berkelanjutan

24 Mei 2026 - 12:26 WIB

Lewat Komisi IX DPR Asosiasi Peternak Bebek Titipkan Telur untuk Prabowo dan BGN

20 Mei 2026 - 13:49 WIB

Laga Pamungkas untuk Sejarah Baru, Bobotoh Siap Birukan Wedana

19 Mei 2026 - 10:46 WIB

Ratusan Bobotoh Birukan Rumah Asisten Wedana

10 Mei 2026 - 18:40 WIB

Chusnunia Minta Pemerintah Perhatikan Keluhan Peternak Terkait Anjloknya Harga Telur

10 Mei 2026 - 18:20 WIB

Trending di Berita