Gunung Sugih, literatus.id- Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Chusnunia, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Desa Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok Perempuan pelaku UMKM.
Chusnunia menyampaikan bahwa nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—harus diwujudkan dalam upaya nyata memperkuat ekonomi rakyat. Menurutnya, UMKM perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Perempuan pelaku UMKM adalah penggerak ekonomi dari tingkat paling dasar. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka bangsa ini akan semakin kuat,” ujar Chusnunia.
Lebih lanjut, Chusnunia menekankan bahwa penguatan UMKM perempuan sejalan dengan semangat keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Ia mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi lokal. “UMKM perempuan bukan hanya soal usaha, tetapi juga tentang kemandirian, ketangguhan, dan kontribusi nyata dalam menjaga persatuan serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan diskusi dan dialog antara peserta dan narasumber. Para peserta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi UMKM perempuan, mulai dari permodalan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk. Chusnunia menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang mendukung pengembangan UMKM, khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Menutup kegiatan, Ibu Chusnunia mengajak para perempuan pelaku UMKM di Desa Seputih Jaya untuk terus percaya diri dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. “Saya berharap UMKM perempuan di Lampung Tengah dapat terus tumbuh, naik kelas, dan menjadi pilar penting ekonomi bangsa. Dengan berpegang pada nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, kita bisa membangun ekonomi yang kuat, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)










