Metro, literatus,id- Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hikari mengenalkan berbagai peluang magang di Jepang kepada anak-anak muda di Rumah Asisten Wedana Metro, Sabtu (25/10).
Perwakilan LPK Hikari Lampung Dedy Aryadi menjelaskan program magang ke Jepang selain menawarkan pengalaman kerja internasional, keterampilan teknis, dan potensi gaji yang kompetitif, dengan fokus pada sektor-sektor seperti konstruksi, manufaktur, pertanian, dan perawatan lansia.
“Untuk bisa berangkat, anak muda perlu memenuhi syarat uusia dan pendidikan, mempersiapkan fisik dan mental, serta mengikuti pelatihan bahasa Jepang,”jelasnya.
Ia menambahkan Jepang menjadi negara yang dikenal dengan budaya kerja yang disiplin, efisien, dan berorientasi pada kualitas.
“Bagi peserta magang, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung nilai-nilai kerja profesional yang sulit diperoleh di lingkungan kerja biasa,”tambahnya.
Dedy juga mengungkapkan salah satu faktor utama yang mendorong banyak anak muda memilih magang ke Jepang adalah besaran gaji dan fasilitas yang ditawarkan. Selain itu, banyak perusahaan Jepang menyediakan fasilitas tambahan seperti tempat tinggal, makan, dan asuransi kesehatan. Dengan biaya hidup yang relatif terkelola, sebagian besar peserta dapat menabung untuk kebutuhan masa depan mereka.
Hadir dalam bincang santai ini Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Ancila Hernani dan Ketua SAPMA Metro Rahmat Zaky Ihwantara dan Kabid Kebudayaan Disdikbud Metro Siti Rogayati Seprita.
Ancila mengungkapkan dirinya melihat pemagangan ke Jepang menjadi salah satu solusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Menurutnya program magang ke Jepang sering kali menjadi batu loncatan bagi karier internasional. Beberapa peserta bahkan mendapatkan kesempatan untuk bekerja secara permanen di perusahaan Jepang setelah menyelesaikan masa magang.
“Dalam beberapa tahun terakhir, minat anak muda Indonesia untuk mengikuti program magang ke Jepang terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dimana program ini tidak hanya diminati oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi juga oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, hal ini tentu bisa menurangi angka pengangguran di kalangan generasi muda,”ungkapnya.
Sementara itu Rahmat menambahkan bahwa diskusi ini digelar bersamaan dengan even SAPMA 3×3 Basketball yang digelar bersama Komunitas Basket Metro di cagar budaya. Even ini sendiri diikuti oleh 44 tim dan akan berlangsung selama dua hari.
“Jadi selain berolahraga dan mengaktivasi cagar budaya anak-anak muda mendapatkan berbagai informasi tentang peluang magang ke Jepang,”tutupnya.










