Metro,literatus.id- Anggota MPR/DPR RI, Chusnunia Chalim, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara di Hotel Aidia Grande, Kota Metro, Lampung, pada Selasa (19/5/2026).
Acara yang dihadiri oleh perwakilan perempuan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan pelaku UMKM lokal ini mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing Perempuan untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif” yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur kebangsaan dengan upaya penguatan kemandirian ekonomi sektor domestik yang digerakkan oleh kaum perempuan.
Dalam pemaparannya, Chusnunia yang akrab disapa Nunik menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong dan keadilan sosial harus menjadi fondasi utama dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif tidak akan tercapai tanpa adanya keterlibatan aktif dan kesetaraan kesempatan bagi kaum perempuan di sektor produktif. Penanaman nilai Pancasila dan UUD 1945 dinilai sangat relevan dalam membangun mentalitas pelaku usaha yang tangguh, jujur, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Perempuan memiliki peran krusial sebagai pilar ekonomi keluarga sekaligus bangsa. Melalui Sosialisasi 4 Pilar ini, kita ingin memastikan bahwa peningkatan daya saing perempuan tidak hanya sekadar mengejar profit, melainkan juga menumbuhkan ekosistem ekonomi yang berkeadilan, inklusif, dan sarat dengan nilai gotong royong sebagaimana amanat Pancasila,” ujar Chusnunia.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga memfasilitasi ruang dialog interaktif terkait tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengakses permodalan, digitalisasi pasar, serta peningkatan kualitas produk lokal. Antusiasme peserta terlihat dari dinamisnya sesi tanya jawab mengenai strategi konkret pemanfaatan kebijakan pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan UMKM perempuan di wilayah Lampung.
Salah seorang perwakilan peserta sekaligus pelaku usaha mikro di Kota Metro menyambut positif inisiatif ini sebagai bentuk dukungan nyata dari parlemen terhadap kaum perempuan di daerah.
“Kegiatan ini membuka mata kami bahwa perjuangan membumikan nilai kebangsaan bisa dimulai dari meja produksi rumah tangga kami sendiri. Dengan pemahaman 4 Pilar ini, kami merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Siti.










